Entry: keeping my head above the water Oct 27, 2009



tentang saya dan instabilitas emosional.

ini saya sudah sadar benar sejak lama, bahkan mungkin sejak masih pakai seragam smp. saya itu kalo sudah mau nangis susah distop. kadang malah saya ngga tau sama sekali bakal nangis. dan cengengnya ini berlanjut teruus sampai sma, sampai kuliah, sampai sekarang. kadang saya berjanji pada diri sendiri: tidak akan pernah lagi menangis dan sakit sebegitunya, karena itu ngga sehat dan menunjukkan betapa tidak matangnya saya.

tapi apa yang terjadi lalu? ya mungkin bisa ditebak. kalo ada masalah lagi saya kembali nangis sampe bengkak mata, kembali ngga bisa mengendalikan kapan nangisnya, bahkan di depan orang sekalipun saya bisa aja sampe tersedak tangisan sendiri, buruk lah pokoknya.

dan analogi yang saya temukan ketika smp dulu kayaknya masih pas dipake sampai sekarang: I JUST HAVE TO KNOW HOW TO KEEP MY HEAD ABOVE THE WATER. jadi begini, saya menganalogikan keadaan saya yang labil ini seperti tenggelam. jadi most of the time, yang saya usahakan adalah keeping my head above the water. bukannya keluar dari air itu sepenuhnya and heading for dry land, karena saya belum bisa melakukan itu (ya jujur aja, siapa sih yang bisa? saya rasa tidak ada yang akan bisa, kecuali manusia yang benar2 sudah mati rasa).

sampai disini, mau mengganggap saya overmelankolis dan menyusah2kan masalah yang seharusnya tidak dibuat susah? tidak apaapa. saya bisa terima, karena ini toh tempat pribadi saya. ini muntahan. ini muntahan. dan mungkin setelah saya tulis pun tidak akan saya baca lagi karena pusing, tapi muntahan seperti inilah yang membuat saya waras.

dan toh apapun, the art of doing nothing, the art of being happy, the art of living, pada akhirnya saya akan sampai ke analogi awal tadi.

i am just keeping my head above the water. slightly. i might drown once in a while and choke on the dark water, but i am still breathing. sometimes.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments