Entry: dewasa? Oct 31, 2009



Jadi, saya pernah punya prinsip.. jangan terlalu memusingkan pencapaian diri sendiri. life's too short to be filled with activities of stacking my own personal life.

dulu, saya pernah berpikir, ngapain lah menjadikan diri sendiri sebagai sentral. dalam pencapaian maksudnya. kalau saya sudah lulus nanti, yang mau saya lakukan adalah sebanyak mungkin untuk orang lain. dan ini bukan gombal. serius. iya, saya bakal kerja, untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri. di luar waktu kerja? kalau ada yang bisa saya lakukan buat orang lain, sungguh saya mau. social worker? terdengar mulia dan naif sekali, tapi entah kenapa, itu yang ada di pikiran saya dulu.

buat apa orang peduli sekali tentang tanggal pertunangan mereka, mobil baru mereka, dan apapun lah itu yang berhubungan dengan personal material achievements? bukannya saya mau sok suci, tapi..

i always thought there are more important things out there. things that we need to take care of, kalo bukan dengan uang (karena toh semua orang juga butuh uang dan tabungan) ya dengan tenaga. as simple as that.

...

dan hipotesis saya ini menghadapi ujian seiring bertambahnya usia. karena hampir semua orang yang saya tahu menaruh personal achievements di daftar paling atas "hal-hal untuk dibanggakan".

sementara saya? look, i just want to be surrounded by my lovable people. i want to see concerts of my favourite bands, watch movies of my favourite directors, and other "artificial" things. dan di waktu luang ketika saya tidak melakukan hal2 itu, i want to be there for those who need me. personal achievements? saya sama sekali buta tentang itu.

dear lord. it's getting harder when everyone i know is achieving something. seperti ditunjuk2 sebagai loser kadang. ya, ternyata lingkungan sosial kita sangat kompetitif.. sangat.

saya mulai cape dikelilingi pertanyaan tentang pernikahan. bukan dari ayah ibu tapi dari ya.. lingkaran sosial itu. dude, i just wanna be with him. i dont want him to leave, but that's it.

belakangan ini, entah kenapa, sepertinya saya makin didorong untuk berpikir dewasa. huhu. i hate that. i hate that.

dan salah satu pemicunya.. he's about to leave for seven months, keluar kota. BABI! saya sampe kurang tidur semalem gara2 mikirin ini. can't we all stick to where we are now? our age? our situation? HUHU.

si cengeng.
saya dipaksa dewasa.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments